Apa Saja Gejala Diabetes Tahap Awal?

Diposting pada

Tidak sedikit kasus diabetes yang terdeteksi setelah pasien menunjukan gejala diabetes yang serius. Bahkan kadang pasien baru menyadari keberadaan diabetes setelah gejala komplikasi muncul. Bagaimana sebenarnya gejala diabetes pada tahap awal? Berikut ulasannya mengutip dari deherba.com.

Pada tahap awal, gejala diabetes memang tidak mudah untuk dikenali. Karena gejala yang muncul tidak terlalu jelas dan menyerupai gejala umum saat tubuh tidak fit saja. Beberapa gejala diabetes pada tahapan awal tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

gejala diabetes tahap awal

Gangguan pada kulit

Mereka dengan kondisi diabetes pada tahapan awal akan menunjukan gejala gangguan pada permukaan kulit. Ini bisa dikatakan sebagai gejala fisik awal yang cepat dikenali. Meski cenderung samar dan sulit dikenali tanpa pemeriksaan fisik.

Pasien biasanya menunjukan gejala seperti kulit yang kering, menggelap, mengeras dan bersisik. 50% kasus diabetes akan menunjukan gejala ini pada area lipatan, tengkuk, siku dan lutut. Ini karena pasien diabetes pada umumnya mengalami gangguan over pigmentasi dan gangguan regenerasi sel kulit.

Kadang pasien juga mengalami gangguan gatal. Bisa karena efek kulit yang kering dan mengalami iritasi. Bisa karena mudahnya penderita diabetes terserang infeksi jamur pada area kering tersebut, hingga mengalami efek gatal-gatal.

 

Mudah haus dan mudah kencing

Ciri lain yang juga kerap muncul pada pasien menderita diabetes. Pasien akan menunjukan gejala diabetes seperti rasa haus yang terus menerus disertai dengan volume dan kekerapan BAK yang di luar biasanya.

Ini adalah mekanisme alami tubuh ketika banyak unsur residu yang perlu dikeluarkan oleh ginjal. Untuk membuangnya ginjal perlu banyak air, hingga tubuh terus menerus membutuhkan asupan air untuk memenuhi kebutuhan ini. Dalam hal ini residu yang dimaksud adalah kelebihan glukosa.

 

Perubahan fungsi penglihatan

Pada kondisi jangka panjang, penderita diabetes beresiko mengalami katarak. Tetapi pada jangka pendek, diabetes akan mempengaruhi penglihatan dengan cara berbeda untuk tiap pasien. Beberapa menemukan penglihatan mereka menurun, namun sebagian malah merasakan penglihatan membaik.

Memburuknya penglihatan bisa dikarenakan kualitas sirkulasi darah dan elastisitas sel pada organ mata yang menurun. Tetapi penglihatan bisa jadi membaik karena diabetes menyebabkan perubahan pada efek stimulasi peningkatan cairan dalam bola mata.

Menjadi mudah lelah

Sejatinya, penderita diabetes memiliki masalah dalam metabolisme dan pembentukan energi. Meski makan dalam asupan normal, tubuh sulit mengolah asupan tersebut menjadi energi. Hingga tubuh seperti kekurangan energi.

Ini menyebabkan pasien akan menunjukan gejala diabetes tahap ringan berupa rasa lelah, mengantuk dan tidak bersemangat yang terus menerus. Kadang juga menyebabkan mood menurun karena tubuh yang terasa lemas.

 

Mudah merasa lapar

Masih berkaitan dengan metabolisme tubuh dan kebutuhan energi yang tidak terpenuhi. Karena tubuh merasa kekurangan energi, otak menangkap sinyal tersebut sebagai tanda Anda kurang makan. Sehingga Anda kerap merasa lapar.

Rasa lapar datang di luar jam yang seharusnya dan kadang datang cukup sering tiap harinya. Bahkan ketika telah makan, tubuh tidak serta merta merasa segar dan bugar. Untuk kemudian terasa lapar kembali.

 

Mudah kesemutan

Pada tahap awal, gangguan metabolisme ini menyebabkan sel-sel saraf tepi pada tubuh tidak mendapatkan cukup glukosa. Demikian pula dengan sel saraf, sementara sel saraf termasuk bagian tubuh yang sangat membutuhkan glukosa dalam kinerjanya.

Ini menyebabkan sel sel saraf melemah dan mengalami gangguan kesemutan dan mati rasa lebih sering. Pada tahap lanjut gejala ringan ini dapat memburuk dan menyebabkan diabetes neuropati.

Itulah sejumlah gejala diabetes pada tahapan awal yang perlu Anda kenali. Menyadari lebih dini bahwa Anda mengidap diabetes akan membantu Anda lebih baik melakukan pengobatan. Dan mencegah diabetes yang Anda idap semakin memburuk hingga memicu komplikasi.