Beras Indeks Glikemik Rendah: Apa Manfaatnya dan Bagaimana Memilihnya?

Diposting pada

Beras adalah salah satu makanan pokok yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Beras mengandung karbohidrat yang merupakan sumber energi bagi tubuh. Namun, tidak semua karbohidrat memiliki dampak yang sama terhadap kadar gula darah.

Ada karbohidrat yang dicerna dengan cepat dan menyebabkan lonjakan gula darah, dan ada karbohidrat yang dicerna dengan lambat dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Indeks glikemik (IG) adalah ukuran yang menunjukkan seberapa cepat karbohidrat dalam makanan meningkatkan gula darah. Semakin tinggi IG, semakin cepat gula darah naik setelah makan.

beras indeks glikemik rendah

Contoh Karbohidrat Kompleks dan Sederhana

Karbohidrat sederhana dan kompleks adalah dua jenis karbohidrat. Karbohidrat sederhana adalah karbohidrat yang memiliki struktur kimia sederhana dan mudah dicerna oleh tubuh. Contoh karbohidrat sederhana adalah gula, madu, sirup, permen, dan buah-buahan. Karbohidrat sederhana biasanya memiliki IG tinggi, yang berarti dapat meningkatkan gula darah dengan cepat.

Karbohidrat kompleks adalah karbohidrat yang memiliki struktur kimia kompleks dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. Contoh karbohidrat kompleks adalah nasi, roti, kentang, jagung, gandum, dan sayuran. Karbohidrat kompleks biasanya memiliki IG rendah atau sedang, yang berarti dapat meningkatkan gula darah dengan lebih lambat dan stabil.

Merk Beras untuk Diabetes

Bagi penderita diabetes, memilih beras yang memiliki IG rendah adalah salah satu cara untuk mengontrol gula darah. Beras yang memiliki IG rendah dapat membantu mencegah lonjakan gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi risiko komplikasi diabetes. Berikut adalah beberapa merk beras yang diklaim memiliki IG rendah:

  1. Beras Merah Organik
    Beras merah adalah beras yang tidak mengalami proses penggilingan sehingga masih memiliki lapisan kulit ari yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Beras merah memiliki IG sekitar 50, yang termasuk rendah. Beras merah organik adalah beras merah yang ditanam tanpa menggunakan pestisida atau bahan kimia lainnya.
  2. Beras Hitam Organik
    Beras hitam adalah beras yang memiliki warna hitam karena mengandung antosianin, yaitu pigmen alami yang juga terdapat pada buah-buahan berwarna gelap seperti blueberry dan anggur. Antosianin memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Beras hitam memiliki IG sekitar 42, yang termasuk rendah. Beras hitam organik adalah beras hitam yang ditanam tanpa menggunakan pestisida atau bahan kimia lainnya.
  3. Beras Basmati
    Beras basmati adalah beras yang berasal dari India dan Pakistan yang memiliki aroma khas dan tekstur yang lembut. Beras basmati memiliki IG sekitar 58, yang termasuk sedang. Beras basmati dapat menjadi pilihan bagi penderita diabetes yang ingin menikmati beras putih dengan IG yang lebih rendah daripada beras biasa.
  4. Beras Amandia
    Beras Amandia adalah beras yang diproduksi oleh Eka Farm, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian organik. Beras Amandia memiliki IG sekitar 40, yang termasuk rendah. Beras Amandia dibuat dari beras pilihan yang diproses dengan teknologi fermentasi yang dapat meningkatkan kandungan nutrisi dan menurunkan kandungan pati. Beras Amandia juga memiliki rasa yang gurih dan pulen.
BACA JUGA  Catering Pernikahan dengan Menu Tradisional Indonesia Memadukan Warisan Kuliner di Pesta Anda

 

Kesimpulan

Beras adalah makanan yang mengandung karbohidrat yang dapat mempengaruhi gula darah. Karbohidrat dapat dibedakan menjadi karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks, yang memiliki IG yang berbeda.

Bagi penderita diabetes, memilih beras yang memiliki IG rendah dapat membantu mengontrol gula darah dan mencegah komplikasi diabetes. Beberapa merk beras yang memiliki IG rendah adalah beras merah organik, beras hitam organik, beras basmati, dan beras Amandia. Kunjungi website Eka Farm untuk informasi lebih lanjut.