Ikuti Cara Budidaya Pohon Cengkeh Ini, Pasti Hasil Memuaskan!

Diposting pada

Cara budidaya pohon cengkeh telah banyak disebarkan, terlebih lagi masyarakat Indonesia memang banyak yang membudidayakan cengkeh. Jadi pada media massa Indonesia jika kamu mencarinya pasti akan mudah ditemukan. Namun belum tentu cara budidaya pohon cengkeh yang disebarkan juga benar.

Jadi kamu tetap harus tau dan mempelajarinya lebih lanjut dulu. Cengkeh di Indonesia memang dijadikan salah satu tanaman untuk bumbu masakan atau obat. Jadi pembudidayaannya pun kebanyakan dilakukan untuk akhirnya dijadikan ramuan herbal. Pada budidayanya sendiri sebenarnya gampang, namun tak semua biji cengkeh yang dibudidayakan bisa berhasil seluruhnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cara budidaya pohon cengkeh, kamu bisa terus menyimak artikel kali ini ya. Karena disini saya akan rangkumkan informasi cara budidaya pohon cengkehnya. Silahkan disimak!

 

Pohon Cengkeh

pohon cengkeh

Pada bagian pohon ini yang paling sering banyak digunakan dan dimanfaatkan adalah cengkehnya. Yang mana pada bagian pohon, cengkeh ini ada pada kuncup bunga kering yang memiliki aroma khas. Pada pemanfaatannya, cengkeh biasa diolah untuk menambah sensasi pedas dari bumbu masakan di Indonesia. Jadi bisa dibilang juga cengkeh ini merupakan salah satu rempah rempah.

Rempah rempah asal Indonesia ini juga sering kali digunakan pada pembuatan rokok kretek yang nantinya olahan cengkeh dibuat sebagai isian dari rokok. Untuk mulai mengolahnya, kamu bisa merontokan cengkeh terlebih dahulu dari pohon cengkeh yang ada. Pada tahap ini kamu bisa menggunakan bantuan mesin perontok cengkeh.

 

Cara Budidaya Pohon Cengkeh

cara budidaya pohon cengkeh

Tentunya untuk membudidayakan pohon cengkeh kamu perlu melewati beberapa tahapan. Yang mana pada tahapannya kamu harus mengikuti satu persatu dengan teliti. Supaya cengkeh yang dihasilkan bisa berhasil dan berkualitas. Berikut ini merupakan cara budidayanya.

1. Tahap Pembibitan

Cara awal yang dilakukan adalah melakukan pembibitan. Jadi kamu harus menyiapkan bibit dari buah cengkeh yang sudah tua dan memiliki warna ungu kehitaman. Untuk menghasilkan bibitnya kamu bisa mengupas buah cengkeh tadi dengan hati hati sampai biji terlihat. Disini kamu bisa memilih biji yang tidak terlalu kecil dan tidak mempunyai bercakan hitam.

Lalu untuk memproses pembibitannya, kamu bisa melakukan langkah berikut ini :

  • Rendam terlebih dahulu biji cengkeh yang sudah kamu dapatkan tadi pada air dingin selama 1 hari (24 jam).
  • Jika sudah cuci biji tadi sampai beberapa kali supaya lendir yang ada bisa hilang.
  • Setelah itu keringkan biji cengkeh, sambil menunggu kering kamu bisa menyiapkan media tanam.

2. Media Tanam dan Penyemaian Biji

Untuk awal, kamu tidak bisa mempersiapkan media tanam pada tanah atau lahan yang kosong. Melainkan kamu bisa menggunakan polybag terlebih dahulu. Yang mana pada polybag tadi bisa kamu isi dengan tanah gembur dan juga pupuk kandang yang perbandingannya 2:1.

Setelah itu ikuti cara memasukan campuran lainnya pada polybag seperti berikut ini :

  • Yang pertama kamu bisa membuat lubang di tengah polybag terlebih dahulu, lalu masukkanlah bibit cengkeh.
  • Setelah itu, timbing bibit cengkeh tadi dengan tanah yang kemudian dipadatkan.
  • Supaya tidak kering, kamu bisa menyiram air secukupnya dengan menggunakan spray. Supaya air yang keluar bisa dikontrol.
  • Letakkanlah polybag pada daerah yang sejuk dan bisa mendapat cahaya matahari sebanyak 25%.

3. Persiapkan Lahan Tanam

Sambil menunggu bibit yang ada pada polybag tumbuh tunasnya, kamu bisa sambil mulai mempersiapkan lahan tanah untuk pembudidayaan. Jadi setidaknya kamu sudah mempersiapkannya dari 1 – 2 bulan sebelum bibit dipindahkan. Untuk memilih lahannya kamu bisa memilih area lahan yang terkena cahaya matahari langsung dan bersih dari tanaman liar.

Jika sudah menemukannya, kamu bisa langsung menggemburkan tanah pada lahan tadi, baru siapkan lubang untuk penanaman dengan cara berikut ini :

  • Buatlah lubang dengan lebar 50 cm dan kedalaman kurang lebih mencapai 75 cm.
  • Lalu tambahkan pupuk pada lubang tanam tadi.
  • Setelah itu kamu bisa mendiamkannya terlebih dahulu selama 1 bulan supaya pupuk bisa meresap.

4. Proses Pemindahan Bibit

Pada pemindahan ini biasanya dilakukan saat bibit sudah berusia 2 tahun, dan yang dipindahkan berupa tunas yang memiliki batang lurus. Berikut cara pemindahannya :

  • Cara pertama, letakkan polybag pada lubang tanam yang sudah disiapkan, setelah itu robek plastik polybagnya.
  • Padatkanlah tanah dan diratakan dengan hati hati, supaya akar tidak rusak.
  • Berilah kayu untuk penahan pada batang, supaya pohon cengkeh nantinya bisa tumbuh baik.
  • Untuk memberinya nutrisi kamu bisa menaburkan pupuk kandang atau pupuk organik cair pada sekitaran tanaman.
  • Jika sudah timbun kembali bekas taburan tadi dengan tanah dan basahi akar dengan air.

5. Perawatan Cengkeh

Untuk merawatnya, kamu bisa melakukan penyiraman teratur dengan 1 – 2 kali sehari, pemberian pupuk bisa dilakukan secara berkala setiap 4 bulan sekali, dan penggemburan tanah dilakukan secara rutin setiap 1 – 2 bulan sekali. Untuk menjaganya lebih aman, kamu juga bisa memberikan insektisida supaya pohon tidak ditumbuhi hama atau terkena penyakit.

6. Waktu Panen

Cengkeh biasanya panen dalam waktu budidaya sekitar 4,5 – 8,5 tahun dengan ketinggian 8 meter. Untuk membudidayakan cengkeh memang mudah, namun waktu budidayanya tergolong lama. Walaupun begitu dalam sekali tanam cengkeh bisa menghasilkan 3 – 5 kg cengkeh. Seperti pengertiannya, untuk memanennya kamu bisa mengambil kuncup bunga cengkehnya saja.

Dan setelah panen ini, kamu bisa mengolahnya sesuai dengan yang kamu mau dan butuhkan. Pengolahannya bisa menggunakan bantuan mesin giling cengkeh, baru setelah itu bisa kamu proses. Selain itu kamu juga bisa menjualnya. Karena harga jual cengkeh juga bisa dikatakan mahal.

 

Penutup

Cara budidaya pohon cengkeh tadi sudah dijelaskan dan dijabarkan. Semoga apa yang sudah disampaikan bisa kamu ikuti ya. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!