Kenapa Orang Berumur Lebih Rentan Terkena Batu Ginjal

Diposting pada

Batu ginjal adalah masalah kesehatan yang sering terjadi, dan banyak orang berpikir bahwa hanya orang tua yang rentan terkena penyakit ini. Namun, mengapa orang berumur lebih rentan terkena batu ginjal?

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang faktor penyebab yang mempengaruhi rentanitas orang berumur terhadap batu ginjal, serta dampak yang perlu diketahui.

Faktor Penyebab Rentanitas Terkena Batu Ginjal pada Orang Berumur

  1. Penurunan Fungsi Ginjal:
    Seiring bertambahnya usia, fungsi ginjal dapat mengalami penurunan secara alami. Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik dapat mengakibatkan penumpukan zat-zat yang berpotensi membentuk batu ginjal, seperti kalsium, oksalat, dan asam urat. Penurunan fungsi ginjal juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan mineral dalam tubuh, yang merupakan faktor risiko pembentukan batu ginjal.
  2. Perubahan Metabolisme dan Hormonal:
    Perubahan dalam metabolisme dan hormon pada orang berumur juga dapat mempengaruhi rentanitas terhadap batu ginjal. Pada beberapa kasus, peningkatan kadar kalsium dalam urine dan penurunan kadar zat penghambat batu ginjal, seperti sitrat, dapat terjadi akibat perubahan hormon. Perubahan ini dapat memicu pembentukan batu ginjal.
  3. Penggunaan Obat-obatan:
    Orang berumur seringkali mengonsumsi lebih banyak obat daripada orang yang lebih muda untuk mengatasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan penuaan. Beberapa obat-obatan, seperti diuretik, antihipertensi, dan suplemen kalsium, dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal pada orang berumur. Hal ini karena obat-obatan tersebut dapat memengaruhi keseimbangan cairan, elektrolit, dan mineral dalam tubuh.

Dampak Rentanitas Terkena Batu Ginjal pada Orang Berumur

  1. Komplikasi yang Lebih Serius:
    Orang berumur yang terkena batu ginjal memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami komplikasi yang serius. Batu ginjal yang lebih besar atau terjebak dalam saluran kemih dapat menyebabkan penyumbatan yang memerlukan intervensi medis darurat. Selain itu, orang berumur cenderung memiliki kesehatan yang lebih lemah secara umum, sehingga pemulihan dari batu ginjal atau tindakan pengobatan dapat membutuhkan waktu lebih lama. Ini juga bisa menjadi ciri2 batu ginjal mau keluar yang tidak disangka-sangka.
  2. Penurunan Kualitas Hidup:
    Batu ginjal yang menyebabkan gejala yang berkepanjangan atau sering kambuh dapat memberikan dampak negatif pada kualitas hidup orang berumur. Nyeri yang berulang, perubahan pola buang air kecil, dan pembatasan aktivitas fisik dapat mengganggu kegiatan sehari-hari dan membatasi kebebasan mereka.
  3. Gangguan Fungsi Ginjal:
    Pada beberapa kasus, batu ginjal yang tidak ditangani dengan baik atau komplikasi yang terjadi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan fungsi ginjal yang mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
BACA JUGA  Cara Mengobati Penyakit Stroke yang Bisa Dilakukan di Rumah

 

Kesimpulan

Orang berumur lebih rentan terkena batu ginjal karena adanya penurunan fungsi ginjal, perubahan metabolik dan hormonal, serta penggunaan obat-obatan. Rentanitas ini dapat mengakibatkan komplikasi yang serius, penurunan kualitas hidup, dan gangguan fungsi ginjal pada orang berumur.

Penting bagi mereka untuk menjaga kesehatan ginjal dengan mengadopsi pola makan sehat, mengonsumsi cairan yang cukup, dan meminimalkan risiko faktor penyebab lainnya.

Jika ada ciri-ciri batu ginjal, seperti nyeri pinggang, perubahan pola buang air kecil, atau hematuria, segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.